BerandaBeritaDetail Berita
Kegiatan Fasilitasi Pandu Literasi Digital untuk Disabilitas.

Remaja Disabilitas Belajar Bijak di Ruang Digital

Senin, 15 Juni 20265-6 menit baca

Diposting oleh:Pusat Pengembangan Literasi Digital


Share Berita

Pusbang Literasi Digital, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) Jakarta membimbing peserta dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dan tunagrahita bersama para pendampingnya agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab, melalui kegiatan Fasilitasi Pandu Literasi Digital untuk Disabilitas bertema “Netiket Cermin Budaya Digital Bangsa” di Kantor DNIKS Jakarta, Jakarta Pusat (15/06/2026). Kegiatan ini mendukung program Literasi Digital melalui penguatan budaya digital positif untuk remaja disabilitas yang aktif berinteraksi di ruang digital.


Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pendidikan dan Disabilitas Diah Aliefya menyatakan bahwa kemampuan mengoperasikan teknologi digital perlu disertai dengan pengetahuan tentang tata krama digital untuk menjaga ruang digital.


“Apa yang kita tulis di internet adalah informasi yang menunjukkan siapa diri kita. Kalau di dunia nyata kita harus bersikap sopan, maka perilaku sopan itu juga harus kita bawa di dunia digital,” tegas Diah.



Peningkatan penggunaan gadget dan media sosial juga diikuti oleh risiko hoaks, cyberbullying, dan penipuan online yang membahayakan penggunanya, termasuk penyandang disabilitas. Oleh karena itu, kegiatan ini dilakukan sebagai sarana edukasi literasi digital inklusif bagi peserta agar mampu melindungi diri di dunia digital.


Bersama Pandu Literasi Digital Segmen Pendidikan dan Disabilitas Francisca Asti Dhaniar, sebanyak 50 peserta belajar memahami konsep etika berinternet, mengenali perilaku negatif di ruang digital beserta dampaknya, mengetahui batasan privasi diri dan orang lain, juga menghargai keragaman budaya di ruang digital. Kegiatan dilakukan secara interaktif dengan metode storytelling, permainan edukasi, dan sesi praktik menggunakan media digital yang seluruhnya diupayakan ramah disabilitas.


Dalam penyampaian materinya, Asti menjelaskan bahwa budaya digital tercermin dari cara seseorang berinteraksi dan berkomunikasi di ruang digital.


“Hari ini kita belajar tentang budaya, artinya bagaimana cara kita bersikap di ruang digital, yaitu bagaimana kita berkomunikasi menggunakan bahasa yang berbudaya dan sopan, saling menghormati, selalu berpikir positif terhadap orang lain, menghargai privasi, dan tidak menyebarkan konten negatif di ruang digital,” ujar Asti.



Ia juga mengingatkan peserta untuk lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi di internet. Menurutnya, tidak semua informasi yang beredar di ruang digital dapat dipastikan kebenarannya, sehingga perlu dilakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum disebarluaskan.


“Kita harus berhati-hati karena tidak semua berita di internet itu benar. Adik-adik (peserta) bisa bertanya ke orang tua atau pendampingnya untuk mencari tahu apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jika tidak benar, maka jangan disebarkan,” tambahnya.



Sejalan dengan upaya percepatan transformasi digital, penyelenggaraan kegiatan Literasi Digital untuk Disabilitas merupakan bagian dari komitmen Komdigi untuk memperluas akses edukasi digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengenalan mengenai etika berinternet, privasi digital, serta pentingnya memilah informasi sebelum membagikannya di ruang digital.


Fasilitasi Pandu Literasi Digital untuk Disabilitas bertema “Netiket Cermin Budaya Digital Bangsa” adalah salah satu rangkaian kegiatan Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas oleh Pusat Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi. Informasi terkait program Literasi Digital dan Keterampilan Digital Dasar dapat diakses melalui Instagram @literasidigital.info dan @literasidigitalkomdigi, serta Facebook Fanpage, TikTok, dan YouTube Literasi Digital Komdigi.


Narahubung

Diah Aliefya

Tim Literasi Digital Pendidikan dan Disabilitas

Pusat Pengembangan Literasi Digital BPSDM Komdigi

Kementerian Komunikasi dan Digital


Share Berita

Berita Terkait

Lihat Semua
embukaan Kegiatan Literasi Digital oleh Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan dan Disabilitas, Diah Aliefya.
Senin, 24 Agustus 2026

Wujudkan Ruang Digital Aman untuk Tumbuh Kembang Anak.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Dorong Peran Guru Melalui Undang-Undang Perlindungan Anak (PP TUNAS)

Foto Bersama Kegiatan Peningkatan Literasi Digital untuk Mahasiswa Politeknik Digital Boash Indonesia (PDBI)
Kamis, 20 Agustus 2026

Bijak Pakai AI di Kampus

Melalui Kegiatan Peningkatan Literasi Digital untuk Mahasiswa Mahasiswa Politeknik Digital Boash Indonesia (PDBI), Mahasiswa Harus Kritis Hindari Plagiarisme Gaya Baru!

Santri dan Santriwati peserta  kegiatan Fasilitasi Pandu Literasi Digital untuk Disabilitas di Pesantren dan Sekolah Tunanetra Raudlatul Makfufin.
Senin, 10 Agustus 2026

Ruang Digital untuk Semua.

Komdigi jangkau disabilitas netra belajar Search Engine dan AI melalui Fasilitasi Pandu Literasi Digital untuk Disabilitas.

Foto bersama pelatihan Antihoaks: Cek Dulu Sebelum Sebar, Cegah Sebelum Viral.
Rabu, 05 Agustus 2026

Cegah Sebelum Viral!

Pelajar Jakarta Dilatih Bongkar Manipulasi AI dan Disinformasi, melalui pelatihan Antihoaks: Cek Dulu Sebelum Sebar, Cegah Sebelum Viral.

Foto Bersama Peserta Pelatihan
Rabu, 22 Juli 2026

Komdigi Gelar "Tunas Indonesia Cakap Digital"

Perkuat Komitmen Multipihak untuk Pelindungan Anak di Ruang Digital

Foto bersama peserta Literasi Digital bagi Komunitas Disabilitas
Senin, 06 Juli 2026

Sebarkan Ilmu Digital ke Seluruh Masyarakat

Komdigi dan DNIKS menyelenggarakan pelatihan TIK bagi penyandang disabilitas

KomdigiBPSDM KomdigiLiterasi Digital

Literasi Digital

Makin Cakap Digital

Makin Cakap Digital © 2023 - 2026 All rights reserved